JAWA BARAT – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan Pendidikan Politik (Dikpol) secara berkelanjutan sebagai langkah strategis membangun mesin partai yang solid, terarah, dan memiliki kader berkualitas.
Anton menegaskan, kekuatan organisasi politik tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kapasitas kader dalam memahami visi partai dan menjalankan tugas organisasi secara konsisten.
Menurutnya, pendidikan politik menjadi kebutuhan mendasar untuk memastikan setiap kader memiliki pemahaman yang utuh mengenai arah perjuangan partai, nilai-nilai yang dianut, serta tanggung jawabnya ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Anton pada Kamis (8/10/2026), saat menyoroti pentingnya pendidikan politik sebagai tulang punggung penguatan organisasi Partai Demokrat.
Ia menilai, tanpa pembekalan politik yang memadai, kinerja mesin partai berpotensi tidak berjalan secara optimal. Sebaliknya, kader yang memahami visi dan nilai organisasi akan lebih siap menjalankan program kerja serta memperkuat pelaksanaan agenda partai di lapangan.
“Penguatan mesin partai dimulai dari kader yang terdidik secara politik. Pendidikan politik bukan kegiatan tambahan yang bisa ditunda, melainkan kebutuhan mendasar agar setiap langkah kader di lapangan sejalan dengan visi partai,” ujar Anton.
Bukan Sekadar Program Organisasi
Anton menekankan, pendidikan politik tidak semestinya dipandang sebagai kegiatan administratif atau agenda tambahan yang hanya dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan organisasi.
Lebih dari itu, Dikpol harus menjadi bagian penting dari proses pembinaan kader agar terbentuk kesamaan pemahaman, kedisiplinan dalam menjalankan tugas, serta komitmen terhadap nilai integritas dan pengabdian.
Dalam proses tersebut, kader tidak hanya dibekali pengetahuan tentang program kerja partai, tetapi juga didorong memahami tujuan perjuangan politik dan bagaimana mewujudkannya melalui tindakan nyata.
Anton berpandangan, penguatan mesin partai harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kader. Organisasi yang kuat membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk bekerja demi kepentingan masyarakat.
Pendidikan politik yang terarah dan berkesinambungan diharapkan mampu menciptakan kader yang lebih siap menghadapi dinamika politik, menjalankan fungsi organisasi, serta menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
Dengan menempatkan pendidikan politik sebagai prioritas, Anton berharap penguatan organisasi dapat berlangsung lebih sistematis. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun Partai Demokrat yang solid secara internal dan semakin dipercaya masyarakat melalui integritas serta pengabdian para kadernya.








