Bogor – Dalam upaya mengatasi masalah lahan tandus dan meningkatkan kualitas lingkungan, Yayasan Hutan Organik yang dikeloal oleh Akbar Rosita menjadi inspirasi program inovatif untuk mengubah daerah tandus menjadi hutan organik. Pengalaman Yayasan menjadikan Hutan organic mampu memulihkan ekosistem, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta mengembalikan Habitat satwa dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Aksi nyata ini dimulai di Desa megamendung, sejak 2002 dengan kondisi lahan kritis yang memiliki Ph 2.5 saat itu keluarga alm. Bambang setiawan Bersama Ibu Rosita berjuang melakukan penanaman pohon di Kawasan tandus Desa Megamendung Diawali dari mimpi pemrakarsa untuk menghabiskan masa tuanya dipinggir hutan, dimana daerah impiannya tidak lagi ada hutannya, yang akhirnya membangun hutan sendiri di kawasan Megamendung, penanaman pohon mulai Agustus 2001.
Desakan dari keluarga saya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam membuat hutan dgn pihak luar, menunjuk pada keprihatinannya atas semakin luasnya kerusakan lingkungan dan kenyataan tidak pernah berhasilnya penghijauan di Puncak selama ini , akhirnya tema kegiatan kami adalah membuat “Model Rehabilitasi Ekosistem dan Lahan kritis” yang dilaksanakan dalam pola “Voluntary Initiatif” secara swadaya murni, dan tahun 2011 melegalkan diri menjadi KELOMPOK TANI HUTAN ORGANIK.
Pada Desember 2017 setelah kami berhasil merumuskan masa depan kegiatan kami ini, akhirnya kami mengukuhkan seluruh kegiatan ini menjadi “YAYASAN HUTAN ORGANIK” yang akan membawa misi ini selanjutnya
Proses yang berkesinam bungan (sustainable process) adalah acuan utama dalam skenario rehabilitasi ini, dimana antara Pertanian Organik – Penghutanan Kembali – Peternakan Organik, terproses dalam lingkaran tertutup dan akan menjadi pusaran kuat dalam proses rehabilitasi yang alami.
Dalam rangkaiana Kegiatan CigPro 2024 bersama HPPMI ini tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan manfaat dari hutan organik. Melalui workshop dan sesi pelatihan, peserta diajarkan cara merawat tanaman serta teknik pertanian yang berkelanjutan.
“Dengan mengubah daerah tandus menjadi hutan organik, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan dampak perubahan iklim dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambah Akbar.
Yayasan Hutan Organik mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam program ini, baik melalui dukungan finansial, material, atau tenaga. Dengan kolaborasi, diharapkan proyek ini dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. (Tim)
Kegiatan Climate Innovation Program bersama HPPMI & Yayasan Hutan Organik menjadi Inspirasi Mengubah Daerah Tandus Menjadi Hutan Organik








