HPPMI Siap Dampingi Poktan Berkah Cimande

by -220 Views
Ketua DewanePenguris Daerah Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia Kabupaten Bogor, Yusuf Bachtiar

Caringun – Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (DPD HPPMI) Kabupaten Bogor, Yusuf Bachtiar, mengaku akan memberikan pendampingan kepada para petani lebah Duhur yang baru dibentuk. Yusuf menegaskan, Setelah pembentukan Poktan, mereka ingin bergabung menjadi menjadi keluarga besar HPPMI.

“Sesuai dengan program kerja kami, Setiap kelompok tani yang bergabung kedalam keluarga besar HPPMI, akan saling bantu saat susah, berbagi saat senang,” Papar Yusuf.

Yusuf menambahkan, sangat panjang perjuangan para petani untuk bisa menghasilkan makanan yang lejat, makanan yang sehat, untuk ada di meja makan. Selai Petani harus menghadapi Hama tanaman, petani harus menghadapi perubahan iklim, Juga soal lahan yang sering menjadi sengketa.

“Pada saat petani sudah berhasil menangani persoalan hama dan lepas dari cuaca ekstrim, mereka harus dibantu dengan status lahan yang akan digunakan pengembang. Tidak sedikit juga para petani yang tidak tahu kalau lahan yang sudah digarap puluhan tahun sudah berpindah kepemilikan.” Papar Yusuf.

Sebelumnya diberitakan, Ratusan petani di berkumpul dirumah salah seorang penggiat pertanian, H. Lukman, Kampung Cimande Girang, RT 01 RW 04, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin , Kabupaten Bogor, Rabu (25/10).

Kehadiran mereka untuk membentuk kelompok tani (Poktan) yang selanjutnya diberi nama Poktan Berkah Cimande. Acara pembentukan Poktan tersebut, dipandu oleh penyuluh pertanian desa, Lilis Siti Mulyati, Kordinator Penyuluh Didin Syarifudin dan Ketua Dewan Pengurus DPD HPPMI Kabupaten Bogor, Yusuf Bachtiar, beserta Jajarannya.

Dalam kesempatan tersebut selain ditetapkam nama kelompok juga disepakati dan dikukuhkan.. Sejumlah 150 anggota yang hadir juga sepakat mengangkat H Lukman sebagai ketua kelompok.

Kepada wartawan, H Lukman, menyampaikan, selama ini Desa Lemah Duhur memasok tidak kurang dari 30 persen kebutuhan sayur mayur Kabupaten dan Kota Bogor. “Untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan kemudahan mengenai pupuk dan pasar maka kami harus lebih menjaga kekompakan, untuk itu sangat perlu dibentuk kelompok. “ tutur nya.

Dengan dibentuk kelompok tani dan terjaga kekompakan, H Lukman berharap sesama anggota akan saling membantu dan menjaga. Apalagi belakangan ini, sudah tersiar kabar ditengah petani bahwa lahan mereka sudah dimiliki oleh pengembang da akan segera digusur untuk pembagunan tempat wisata.

“Dengan dibentuknya Poktan, kami akan berjuang bersama, mencari solusi bersama agar lahan kami tidak direbut seenaknya oleh para pengembang.” Ujar H. Lukman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *